Real Madrid belum menghapus mimpi memboyong Sergio Aguero, dan pelatih Jose Mourinho berencana melayangkan tawaran £50 juta ke Manchester City untuk mendapatkan pemain asal Argentina itu.
The Mirror memberitakan tawaran akan dilayangkan Real Madrid dalam waktu dekat. City diharapkan merespon positif, karena angka yang disodorkan sangat menguntungkan.
Los Blancos menginginkan Aguero sejak menantu Diego Maradona itu masih bermain di Atletico Madrid. Transfer pemain dari Vicente Calderon, kandang Atletico Madrid, ke Bernabeu hanya akan menimbulkan kemarahan fans Los Rojiblancos dan memicu bentrokan di jalan-jalan.
Aguero memahami situasi itu. Manejemen Atletico Madrid juga tidak ingin memicu kemarahan fans. Akhirnya diputuskan menjual Aguero ke Manchester City dengan harga £35 juta, musim lalu.
Kini, Real Madrid melihat akan lebih mudah mendapatkan Aguero dari Manchester City. Fans Atletico Madrid kemungkinan tidak akan bereaksi keras, karena Aguero bukan lagi idolanya sejak satu tahun terakhir.
Yang sulit adalah Roberto Mancini tidak akan melepas Aguero, tapi tidak ada yang tidak mungkin di sepakbola. Jika Aguero memaksa kembali ke Spanyol, Mancini akan kesulitan mencari penggantinya.
Mancini akan berupaya mendapatkan Robin van Persie dan Zlatan Ibrahimovic jika Real Madrid sukses membujuk Aguero, dan Sheikh Mansour melepasnya.
Minggu, 20 Mei 2012
Sabtu, 12 Mei 2012
Sergio Ramos: Real Madrid Bisa Mencapai 100 Poin
Bek Real Madrid Sergio Ramos yakin timnya bisa menebus angka seratus poin di akhir kompetisi Primera Liga Spanyol musim ini.
Saat ini Los Blancos sudah mengumpulkan 97 poin. Mereka membutuhkan kemenangan di laga pamungkas akhir pekan ini saat menjamu Real Mallorca di Santiago Bernabeu. Kalau skenario ini terjadi, lengkap sudah pesta Madridista.
"Kami ingin mencetak sejarah dengan mengumpulkan 100 poin. Kami juga finis di akhir musim dengan merayakan gelar di stadion sendiri," ujar Ramos di laman resmi klub.
"Itu tujuan kami karena itulah angka impresif, dan orang-orang akan selalu mengingat edisi La Liga musim ini. Dengan sedikit keberuntungan, kerja keras, dan konsistensi, kami bisa meraih tiga poin dan finis musim ini dengan sebuah hadiah sebelum fans melakukan."
"Saya selalu sepenuhnya percaya dengan rekan-rekan dan tim ini."
Saat ini Los Blancos sudah mengumpulkan 97 poin. Mereka membutuhkan kemenangan di laga pamungkas akhir pekan ini saat menjamu Real Mallorca di Santiago Bernabeu. Kalau skenario ini terjadi, lengkap sudah pesta Madridista.
"Itu tujuan kami karena itulah angka impresif, dan orang-orang akan selalu mengingat edisi La Liga musim ini. Dengan sedikit keberuntungan, kerja keras, dan konsistensi, kami bisa meraih tiga poin dan finis musim ini dengan sebuah hadiah sebelum fans melakukan."
"Saya selalu sepenuhnya percaya dengan rekan-rekan dan tim ini."
Jumat, 11 Mei 2012
DEBAT: Siapa Pemain Terbaik Real Madrid Musim 2011/12 ?
Musim 2011/12 adalah musim yang sukses bagi Real Madrid, karena berhasil merengkuh gelar juara Primera Liga Spanyol dan sekaligus menghentikan dominasi Barcelona, yang meraih juara dalam tiga tahun terakhir.
Musim ini sebenarnya tidak berjalan cukup positif bagi skuad Jose Mourinho tersebut, mereka kehilangan gelar Super Copa setelah kalah dari Barcelona, dan Mourinho terlibat dalam insiden cukup memalukan setelah ia menyentil mata dari asisten pelatih Barcelona Tito Vilanova. Dan di akhir September mereka kalah dari Levante di La Liga dan diimbangi Racing Santander. Bagaimanapun juga, setelah itu Madrid tampak menggila setelah meraih kemenangan beruntun hingga akhirnya mereka kalah dari Barcelona di Santiago Bernabeu pada tanggal 11 Desember.
Dan Barcelona kembali menghukum Madrid dengan menyingkirkan mereka dari ajang Copa del Rey setelah skuad asuhan Pep Guardiola berhasil meraih kemenangan 2-1 di kandang Madrid pada leg pertama dan bermain imbang 2-2 di Camp Nou pada leg kedua. Hal tersebut membuat, suporter Madrid menunjukkan rasa frustrasi mereka dengan mengejek Mourinho atas taktik negatifnya. Tetapi sekali lagi, Madrid kembali bangkit, secara impresif meninggalkan Barcelona dengan selisih sepuluh poin berkat rentetan hasil yang sangat luar biasa.
Keunggulan tersebut terpangkas menjadi empat poin setelah Madrid diimbangi Malaga, Villareal dan Valencia. Tekanan yang dirasakan pemain maupun fans Madrid semakin membesar menjelang El Clasico yang digelar di markas Barca. Tetapi pada akhirnya, Los Galacticos berhasil meraih kemenangan gemilang atas rivalnya tersebut dan membuat selisih poin kembali menjauh menjadi tujuh angka. Namun, Madrid kembali menelan pil pahit setelah mereka menyusul Barcelona tersingkir dari Liga Champions pada babak semi-final.
Namun, meskipun demikian, musim 2011/12 tampak perkembangan yang sangat signifikan untuk Madrid, dengan keberhasilan mereka meraih gelar juara La Liga sejak tahun 2008 dan kesuksesan mereka menembus semi-final Liga Champions kali kedua secara beruntun setelah sebelumnya mereka enam kali tersingkir di babak 16 besar, dan semua itu berkat kedatangan Mourinho di Bernabeu.
Musim ini sebenarnya tidak berjalan cukup positif bagi skuad Jose Mourinho tersebut, mereka kehilangan gelar Super Copa setelah kalah dari Barcelona, dan Mourinho terlibat dalam insiden cukup memalukan setelah ia menyentil mata dari asisten pelatih Barcelona Tito Vilanova. Dan di akhir September mereka kalah dari Levante di La Liga dan diimbangi Racing Santander. Bagaimanapun juga, setelah itu Madrid tampak menggila setelah meraih kemenangan beruntun hingga akhirnya mereka kalah dari Barcelona di Santiago Bernabeu pada tanggal 11 Desember.
Dan Barcelona kembali menghukum Madrid dengan menyingkirkan mereka dari ajang Copa del Rey setelah skuad asuhan Pep Guardiola berhasil meraih kemenangan 2-1 di kandang Madrid pada leg pertama dan bermain imbang 2-2 di Camp Nou pada leg kedua. Hal tersebut membuat, suporter Madrid menunjukkan rasa frustrasi mereka dengan mengejek Mourinho atas taktik negatifnya. Tetapi sekali lagi, Madrid kembali bangkit, secara impresif meninggalkan Barcelona dengan selisih sepuluh poin berkat rentetan hasil yang sangat luar biasa.
Keunggulan tersebut terpangkas menjadi empat poin setelah Madrid diimbangi Malaga, Villareal dan Valencia. Tekanan yang dirasakan pemain maupun fans Madrid semakin membesar menjelang El Clasico yang digelar di markas Barca. Tetapi pada akhirnya, Los Galacticos berhasil meraih kemenangan gemilang atas rivalnya tersebut dan membuat selisih poin kembali menjauh menjadi tujuh angka. Namun, Madrid kembali menelan pil pahit setelah mereka menyusul Barcelona tersingkir dari Liga Champions pada babak semi-final.
Namun, meskipun demikian, musim 2011/12 tampak perkembangan yang sangat signifikan untuk Madrid, dengan keberhasilan mereka meraih gelar juara La Liga sejak tahun 2008 dan kesuksesan mereka menembus semi-final Liga Champions kali kedua secara beruntun setelah sebelumnya mereka enam kali tersingkir di babak 16 besar, dan semua itu berkat kedatangan Mourinho di Bernabeu.
Langganan:
Postingan (Atom)



